Dilihat : 1325 x
Efek Samping Obat
Penulis :
BANDUNG, CMIHOSPITAL.COM - Saat mengonsumsi obat, efek samping sering kali menjadi pertimbangan yang perlu diketahui. Menurut World Health Organization atau WHO, efek samping suatu obat adalah efek sekunder yang terjadi di samping efek terapeutik yang diharapkan pada dosis tertentu yang dianjurkan.
Secara sederhana, suatu obat dapat memiliki efek terhadap tubuh akibat ikatan antara zat aktif yang terkandung dalam obat dengan reseptor pada sel. Efek samping pada suatu obat dapat terjadi akibat berikatannya zat aktif pada reseptor sel lain di luar target utama sehingga munculah efek farmakologi pada bagian tubuh yang tidak diinginkan. Obat yang ideal adalah obat yang bekerja cepat, pada waktu yang diharapkan, dan bekerja secara selektif, artinya bekerja secara spesifik terhadap target penyakit saja.
Namun, efek samping bisa saja menjadi efek yang diinginkan. Misalnya pada obat alergi prometazin yang fungsi utamanya adalah mencegah reaksi histamin dalam kondisi alergi. Efek samping dari prometazin adalah sedatif yang dapat dimanfaatkan sebagai waktu istirahat untuk tubuh agar lebih optimal dalam membangun sistem imun.
Efek samping dibagi menjadi 2 jenis: tipe I (disebut juga tipe A) dan tipe II (disebut juga tipe B). Efek samping tipe I adalah reaksi-reaksi yang dapat diperkirakan berdasarkan sifat-sifat farmakologi obat tersebut dan umumnya bergantung pada dosis. Efek samping tipe I sudah diketahui dengan pasti dan biasanya tertulis dalam kemasan atau brosur informasi obat tersebut. Daftar efek samping tipe I untuk berbagai macam obat di Indonesia juga dapat dilihat di buku ISO Indonesia atau MIMS Indonesia. Efek samping tipe II adalah reaksi-reaksi tidak lumrah dari suatu obat dan tidak dapat diperkirakan. Contohnya adalah ruam kulit setelah meminum obat atau reaksi anafilaksis atau alergi berat di seluruh tubuh.
Semua obat memang dapat memiliki efek samping, namun tidak semua orang memiliki potensi untuk mengalami efek samping yang sama. Terdapat beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risko munculnya efek samping obat seperti polifarmasi (kondisi pasien yang mengkonsumsi obat dalam jenis dan jumlah yang banyak), ras, usia, dan penyakit yang diderita.
Untuk menghindari atau meminimalisir terjadinya efek samping obat, berikan informasi mengenai obat-obatan yang sedang atau rutin dikonsumsi dan riwayat alergi obat kepada dokter atau apoteker yang akan memberikan obat. Selain itu, ikuti anjuran dosis dan cermati peringatan dan petunjuk pada brosur informasi.