Dilihat : 146 x

Kanker Usus Besar Dalam Hidupku

Penulis :

Kanker Usus Besar Dalam Hidupku

BANDUNG, CMIHOSPITAL.COM – Kisah berawal dari seorang wanita muda yang memiliki gaya hidup tidak sehat, wanita tersebut terbiasa mengonsumsi minuman beralkohol, soda dan gemar memakan makanan pedas. Kebiasan tersebut berlangsung cukup lama sejak Ia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga akhirnya pada penghujung kenaikan kelas Sekolah Menengah Atas Ia jatuh sakit karena terdiagnosa terkena radang usus hingga Ia diharuskan untuk rawat inap di Rumah Sakit. Waktu sekolahnya banyak dihabiskan untuk beristirahat karena penyakit yang Ia derita, waktu terus berjalan tubuh yang sakit mulai membaik dan kembali normal. Kebiasaan buruk yang sudah terbangun tidak sepenuhnya terlepaskan, hingga pada tahun 2019 tepat pada umur 22 tahun Ia kembali jatuh sakit dengan nyeri perut yang sangat parah, seperti dihujam ribuan paku hingga buang air besar pun berdarah. Ia terheran dalam sepi, rasa takut terus menghantui dan semakin menimbulkan perasaan tidak nyaman di hidupnya, hingga suatu waktu Ia memberanikan diri untuk memeriksa diri ke dokter sambil bercerita mengenai perkembangan kondisinya. Setelah dirujuk hingga 3 (tiga) Rumah Sakit berbeda di Bogor Ia, didiagnosa positif terkena Kanker Usus Besar Stadium 1.

Kanker Usus Besar Dalam Hidupku

Waktu demi waktu Ia habiskan untuk menjalani pengobatan, namun tetap tidak kunjung sembuh, hal ini akibat kebiasaan buruknya terus dijalani dan stadium penyakitnya bertambah menjadi stadium 2. Kondisi terus memburuk dan Ia pun dirujuk kembali ke salah satu RS kanker di Jakarta untuk menjalani kemoterapi. Dalam masa pengobatan kemoterapi Ia merasakan efek samping yang tidak membuatnya nyaman; muntah, badan lemas, mata buram, diare, rambut rontok, sulit konsentrasi, dan sangat sulit untuk mengingat sesuatu. Akibat efek samping yang ditimbulkan oleh kemoterapi, Ia memutuskan untuk berhenti menjalani kemoterapi dan beralih ke metode pengobatan lain. Tekad, support keluarga, disiplin dan kerja keras yang Ia jalani tepat lebih 1 (satu) tahun lamanya membuat kehidupannya berubah sama sekali. Ia menjadi pribadi yang menghargai hidup, Ia meyakini bahwa setiap hirupan nafas adalah hal yang sangat berharga. Kemudian, Ia memberikan pesan agar seluruh para penderita kanker untuk tetap semangat dalam berjuang melawan kanker, karena Ia percaya di dalam setiap kesulitan selalu ada jalan keluarnya. (setiap kesulitan selalu ada kemudahan).

Stadium : Tingkatan masa (penyakit)
Kemoterapi : Prosedur untuk mengobati penyakit kanker dengan cara memberantas sel-sel kanker menggunakan obat-obatan

 

Share on: