CMI Hospital Bandung: Formula Ibnu Sina untuk Penyakit Kronis Jantung, Ginjal, Diabetes, dan Kanker

Penulis :

CMI Hospital Bandung dan pendekatan Ibnu Sina untuk penyakit kronis
Bandung- Kanker, diabetes, penyakit jantung, dan gagal ginjal masih menjadi ancaman kesehatan serius di Indonesia maupun dunia. Hingga saat ini, masih sulit ditemukan obat yang benar-benar menyembuhkan keempat kondisi tersebut secara tuntas pada semua pasien. Di tengah kebutuhan akan alternatif yang lebih menyeluruh, Klinik Utama & Laboratorium CMI / CMI Hospital Bandung hadir menawarkan pendekatan berbeda: memadukan kedokteran modern dengan pengobatan komplementer Timur berbasis ilmu klasik.

CMI Hospital berdiri resmi pada 8 Agustus 2008, meneruskan cikal bakal bernama Poliklinik dan Laboratorium GR Setra (Glantarang Setra: Pemberani Suci). Rumah sakit berlokasi di Jalan Tubagus Ismail VII No. 21, Sekeloa, Coblong, Bandung ini didukung dokter, perawat, tenaga farmasi dan analis serta memiliki sarana prasarana laboratorium canggih dan fasilitas rawat inap. Layanannya mencakup unit gawat darurat, rawat jalan, laboratorium, serta fisioterapi dan rehabilitasi.

Ciri Khas: Formula Ibnu Sina 

Keunikan CMI Hospital terletak pada metode pengobatannya yang merujuk kitab klasik The Canon of Medicine (Al-Qanun fi At-Thibb) karya Ibnu Sina, yang dikenal sebagai Bapak Kedokteran Dunia. Pendekatan ini disebut Formula Ibnu Sina, yaitu perpaduan terapi Barat modern dengan pengobatan klasik Timur. Tujuannya diarahkan untuk menangani penyakit-penyakit mematikan tanpa selalu bergantung pada pilihan seperti operasi, radiasi atau kemoterapi, yang membuat banyak pasien tertarik untuk membuktikan secara langsung.

Mengenal The Canon of Medicine: Fondasi Metodenya

Kitab yang ditulis Ibnu Sina pada awal abad ke-11 ini menjadi salah satu buku medis paling terkenal dalam sejarah kedokteran baik di Timur maupun Barat. Bentuknya ensiklopedia lima jilid dengan total sekitar satu juta kata, dan merupakan sintesis pengetahuan medis dari Yunani kuno, dunia Arab, dan India, yang diperkaya dengan temuan serta pengamatan Ibnu Sina sendiri. Karya ini juga merujuk pemikiran tokoh seperti Galen, Aristoteles, Hippocrates, dan al-Razi.

Secara struktur, Canon terbagi menjadi lima buku (kitab), lalu dipecah lagi menjadi risalah (funun), ajaran (talim), dan pasal (fusul). Gambaran umumnya meliputi:

• Buku I -al-Kulliyyat (Prinsip Umum Kedokteran)

Dasar teori kedokteran, filsafat alam, fisiologi dasar, konsep sehat-sakit, hingga peran dokter.

• Buku II - al-Adwiya al-Mufrada (Obat-Obatan Tunggal)

Katalog bahan obat alami tunggal beserta khasiatnya (materia medica).

• Buku III - al-Amraḍ al-Juz'iyya (Penyakit Berdasarkan Organ)

Patologi organ per organ, mengikuti klasifikasi anatomi dari kepala sampai kaki.

• Buku IV - Penyakit Umum

Membahas penyakit yang bersifat umum (misalnya demam, tumor, luka), termasuk uraian penyakit menular dan konsep karantina.

• Buku V - Formula Obat Majemuk

Prinsip peracikan obat, dosis, cara pemberian berdasarkan usia dan kondisi pasien, serta bentuk sediaan seperti pil, salep, dan sirup.

4 Konsultasi Unggulan, 4 Landasan Terapi 

CMI Hospital mengelompokkan layanan konsultasinya menjadi empat bidang utama:

1. Konsultasi Kanker

Mengacu pada prinsip Qanun bahwa tubuh memiliki keseimbangan alami yang perlu dipulihkan bukan sekadar “menyerang” penyakit. Pendekatan ini ditujukan sebagai harapan bagi pasien yang lelah menghadapi dampak berat kemoterapi.

2. Konsultasi Diabetes

Memanfaatkan metode Ibnu Sina untuk mengatur pola metabolisme secara menyeluruh, bukan hanya menurunkan kadar gula sesaat. Ditujukan bagi pasien yang ingin mengurangi ketergantungan obat jangka panjang.

3. Konsultasi Jantung Koroner

Menggabungkan ilmu klasik terkait aliran dan kekuatan organ vital dengan diagnostik kedokteran modern. Kombinasi ketepatan medis dan filosofi penyembuhan menyeluruh ini menjadi alasan banyak pasien datang dari luar kota.

4. Konsultasi Gagal Ginjal

Berpijak pada konsep pemulihan fungsi organ bertahap dan non-invasif sesuai ajaran Canon. Menarik bagi pasien yang ingin menghindari tren cuci darah jangka panjang.


Share on:

Konsul Gratis Konsul Gratis