Faktor Resiko Batu Ginjal Dan Pencegahannya --- Faktor Resiko Kanker Ovarium Menjadi Momok Menakutkan Bagi Perempuan --- Kanker Paru Penyebab Kematian Utama Dalam Kelompok Kanker --- Kanker Darah Gangguan Pada Sistem Hematopoetik Total Terkait Dengan Sumsum Tulang Belakang Dan Pembuluh Limfe --- 80% Penderita Kanker Paru Adalah Mereka Yang Merokok ---

Jantung

Beranda - Jantung

Jantung

Jantung adalah organ strategis dalam tubuh manusia yang berperan sebagi pemompa darah ke seluruh tubuh. Banyak studi mengungkapkan bahwa penyakit jantung adalah salah satu penyakit utama yang menyebabkan kematian pada laki-laki dan perempuan. Penyakit jantung dapat dijelaskan sebagai semua penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan fungsi jantung.Ada banyak penyebab penyakit jantung seperti pola hidup, kelainan bawaan sejak lahir dan pola makan yang tidak sehat. Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan jenis penyakit di jantung yang paling sering terjadi. Kondisi ini merupakan hasil dari penumpukan plak di dalam arteri koroner, yang menghambat aliran darah ke jantung serta meningkatkan risiko serangan jantung dan komplikasi lainnya. Penyakit ini menjadi pembunuh wanita dan pria paling banyak di Indonesia bahkan dunia. Faktanya, Penyakit jantung tak hanya menyerang orang usia lanjut. Dewasa ini, banyak anak muda yang telah mengidap berbagai penyakit jantung bahkan bayi yang baru lahir bisa mengidap kelainan pada jantung.dalam banyak kasus, seseorang tidak menyadari memiliki penyakit ini hingga mereka menunjukkan tanda-tanda serangan jantung atau gagal jantung. Oleh sebab itu, sangat penting bagi Anda untuk memerhatikan gejala penyakit jantung sejak dini. Ada lebih dari 50 jenis penyakit jantung yang mengintai mereka yang memiliki pola hidup dan asupan makanan yang tidak sehat. Meskipun sudah ada beragam cara untuk menangani penyakit jantung dari medis hingga herbal, mencegah tetap lebih baik dari mengobati. Berikut adalah jenis-jenis penyakit jantung yang wajib anda waspadai diantaranya yaitu gagal jantung, aritmia, gangguan katup jantung, perikarditis, dan jantung koroner.


image not found
Gejala Penyakit Jantung
- Sakit Kepala

Gejala awal penyakit jantung yang pertama adalah sakit kepala. Munculnya rasa sakit kepala saat terkena sinar matahari dapat mengindikasikan seseorang mempunyai masalah kesehatan dengan jantungnya. Pengaruh ini umumnya menimbulkan denyut jantung lebih lambat atau lebih cepat. Pada wanita juga harus waspada jika mengalami sakit migrain, karena menurut penelitian yang diterbitkan oleh American Academy of Neurology, sakit kepala pada pengidap penyakit jantung bisa saja akibat dari tidak lancarnya sirkulasi darah.

- Nyeri Dada

Selain sakit kepala, gejala awal penyakit jantung yang umum dirasakan oleh pengidapnya yakni nyeri dada. Efek yang ditimbulkan oleh nyeri dada ini adalah sesak napas yang diikuti keluarnya keringat, mual, serta denyut jantung berdegup lebih kencang dari biasanya. Nyeri dada tersebut muncul karena adanya penyumbatan arteri yang mengakibatkan darah tidak dapat mengalir lancar ke seluruh tubuh.

- Denyut Jantung Tak Beraturan

Jika Anda mengalami denyut jantung tak teratur, ini patut diwaspadai karena dapat berdampak negatif bagi kesehatan. Denyut jantung tak teratur umumnya terjadi karena adanya penebalan otot pada katup jantung. Hal ini menyebabkan terjadi penyempitan pada katup sehingga menyebabkan kebocoran.

- Merasa mudah Lelah

Tubuh lebih rentan lelah dari biasanya, padahal Anda mungkin sama sekali tidak melakukan aktivitas fisik yang begitu berat. Perasaan mudah lelah ini juga menjadi salah satu gejala awal penyakit jantung yang patut diwaspadai.

- Pembengkakan

Gejala awal penyakit jantung pun menyebabkan terjadinya pembengkakan pada beberapa bagian tubuh seperti perut. Hal ini dikarenakan menurunnya fungsi jantung yang berdampak pada proses pembuangan cairan dari ginjal. Oleh karenanya, pembengkakan tersebut muncul.

- Mual

Pembengkakan pada bagian perut menyebabkan pengidap secara otomatis kehilangan nafsu makan dan merasakan mual berlebih. Tak heran, para pengidap sakit jantung biasanya juga mengalami hal ini di awal.

- Rasa Cemas Berlebih

Banyak yang meyakini, gejala awal penyakit jantung erat kaitannya dengan rasa cemas berlebih. Alhasil, mereka yang pernah mengalami serangan akan lebih sering mengalami ketegangan, ketakutan, atau kecemasan akan kehilangan nyawa. Hal ini dikaitkan dengan kecemasan pada psikologi dan stres pada seseorang yang menyebabkan serangan lebih sering.


Faktor Risiko Umum untuk Kesehatan Jantung

Faktor resiko jantung berdetak sangat cepat diantaranya :

- Usia

Hal ini merupakan salah satu faktor risiko jantung berdetak sangat cepat. Semakin bertambahnya usia seseorang, semakin tinggi pula risiko mengidapnya. Risiko akan semakin tinggi terutama jika seseorang berusia di atas 60 tahun. Hal tersebut lebih mungkin karena gejala dari penyakit jantung dan kondisi lainnya yang dapat menyebabkan fibrilasi atrium.

- Genetika

Risiko seseorang mengalami jantung berdetak sangat cepat dapat dipengaruhi oleh faktor genetika atau keturunan. Fibrilasi atrium dapat disebabkan oleh gen yang diturunkan oleh orangtua ketika lahir. Apabila keluarga kamu ada yang pernah mengidap gangguan ini, risikonya akan lebih besar menyerang kamu.

- Penyakit Jantung

Penyakit yang berhubungan dengan jantung juga dapat menjadi faktor risiko jantung berdetak sangat cepat. Hal tersebut dikarenakan masalah-masalah pada jantung, seperti penyakit arteri koroner, penyakit katup jantung, gagal jantung, otot jantung lemah, dan cacat lahir jantung.

- Sick Sinus Syndrome

Penyakit ini berhubungan dengan kelainan pada sel yang mengendalikan detak jantung yang dapat menjadi alat pacu jantung alami pada tubuh. Gejala yang muncul ketika seseorang mengidap hal ini adalah sinyal listrik jantung salah dan detak jantung bergantian antara cepat dan lambat.

- Tekanan Darah Tinggi

Faktor risiko jantung berdetak sangat cepat yang umum disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Hal tersebut membuat atrium atau ruang atas jantung menjadi lebih besar, sehingga jantung menjadi bekerja lebih keras dibanding biasanya.


Perawatan tersedia di sini
image not found

Ketika perubahan gaya hidup tidak membantu memperbaiki kondisi Anda, dokter akan meresepkan obat penyakit jantung dan merujuk pasien untuk pemasangan Ring demi mengurangi risiko serangan jantung atau stroke. Obat penyakit jantung diresepkan dokter berdasarkan kondisi dan tingkat keparahan pasien. Namun secara umum, obat penyakit jantung ini bertujuan untuk menurunkan tekanan darah atau mencegah pembekuan darah, tidak hanya itu apabila orang yang sudah melalui tindakan medis berupa pemasangan Ring maka dokter menganjurkan untuk mengkonsumsi obat seumur hidup. Tentu apabila dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang akan memperberat kerja ginjal sehingga akan terjadi kerusakan pada ginjal dan komplikasi pada fungsi organ lainnya. Oleh karena itu Klinik utama canon medicinae Indonesia menciptakan inovasi terbaru dalam dunia medis, dimana pengobatan penyakit jantung dapat diatasi dengan metode penggabungan dua keilmuan medis, yakni medis konvensional dan medis komplementer yang berlandaskan pada sebuah hasil karya bapak kedokteran dunia yang sangat terkenal yaitu al-Qānūn fī aṭ-Ṭibb.. terobosan ini menciptakan sebuah formula Ibnusina, dimana formula ini mampu memperbaiki penyumbatan dan penyempitan di dalam pembuluh darah serta masalah pada sistem pemompa darah (jantung) tanpa memeberikan efek samping sehingga jantung dapat berkerja normal. Kesehatan Jantung dan tubuh akan kembali pulih tanpa tindakan operasi, pemasangan ring, atau pencangkokan.


Jantung Bawaan Jantung Koroner