Pahami Prosedur dan Risiko Operasi Ring Jantung

28/08/2020 10:11:08 WIB
Pahami Prosedur dan Risiko Operasi Ring Jantung Sumber gambar : https://medsurgeindia.com/wp-content/uploads/2020/07/Coronary-Angioplasty-Price-in-India.jpg

BANDUNG, CMIHOSPITAL.COM - Penyakit arteri koroner merupakan suatu kondisi kurangnya asupan darah pada otot jantung akibat pembuluh darah arteri koroner yang tersumbat baik sebagian maupun seluruhnya. Salah satu pilihan terapi untuk kondisi ini adalah dengan memperlebar rongga pembuluh darah yang menyempit secara fisik melalui prosedur percutaneous coronary intervention (PCI) atau angioplasti koroner yang seringkali disebut dengan operasi ring jantung. 

    Prosedur ini dilakukan dengan cara memasukan jarum ke dalam pembuluh darah arteri pada pergelangan tangan (arteri radial) atau paha (arteri femoral). Kemudian, kawat medis akan dimasukan ke dalam pembuluh darah untuk memudahkan selang tipis atau kateter mencapai arteri koroner yang tersumbat. Setelah kateter mencapai lokasi penyumbatan, balon pada ujung kateter akan dikembangkan untuk memperluas rongga pembuluh darah. Untuk menjaga rongga pmbuluh darah tetap terbuka, sebuah selongsong jaring atau yang lazim disebut sebagai ring atau stent akan dipasang pada titik penyempitan sebelum kateter dilepas. Terkadang ring juga dilumuri dengan obat yang bekerja dalam waktu lama untuk mencegah pembentukan sumbatan kembali. Namun, meskipun obat ini membantu mencegah terbentuknya penyumbatan ulang, terdapat risiko pembekuan darah pada ring yang lebih tinggi dibandingkan ring tanpa baluran obat (bare metal stent). Untuk mengatasi risiko ini, pasien akan diberikan obat anti pembekuan darah selama 6 hingga 12 bulan setelah operasi. Terkadang obat anti pembekuan darah ini bahkan diberikan sebelum prosedur operasi. Jika terjadi penyumbatan ulang pada pembuluh darah carotid, maka tindakan operasi ring ulang mungkin perlu dilakukan. 

Pahami Prosedur dan Risiko Operasi Ring Jantung Sumber gambar : https://centralgaheart.com/wp-content/uploads/2017/06/Cardiac-catheterisation.jpg

    Bagi sebagian besar orang, operasi ring jantung lebih disarankan dibandingkan operasi bypass karena lebih sederhana dan hanya memerlukan waktu rawat yang singkat. Namun, tidak seluruh kasus dapat dilakukan pemasangan ring. Beberapa kondisi seperti lokasi, panjang pembuluh, dan jumlah endapan kalsium menjadi pertimbangan mungkin tidaknya dilakukan prosedur ini. Selain itu, mereka yang memiliki sumbatan pada lebih dari satu titik atau kondisi penyerta lain mungkin memiliki harapan hidup yang lebih baik jika menjalani operasi bypass. 

Tagar: Pengobatan kanker, Gejala kanker, Terapi kanker, Obat kanker, komplementer kanker, Pengobatan ginjal, Gejala ginjal, Terapi ginjal, Obat ginjal, komplementer ginjal, Pengobatan diabetes, Gejala diabetes, Terapi diabetes, Obat diabetes, komplementer diabetes, Pengobatan jantung, Gejala jantung Terapi jantung, Obat jantung, komplementer jantung

Klinik Utama CMI memiliki keunggulan pada perawatan penyakit Kanker, Jantung, Ginjal, dan Diabetes. Kami mengadopsi metode pengobatan komplementer kedokteran klasik berbasis terapi formula Ibnu Sina yang terintegrasi dengan metode konvensional kedokteran modern, sehingga tingkat kenyamanan pasien lebih tinggi, minim efek samping dan tanpa tindakan invasif.




Baca berikutnya :
Pembuluh Darah: Saluran Penyuplai Kehidupan

Kanal Youtube :




Terkini Lainnya

Pembuluh Darah: Saluran Penyuplai Kehidupan

Pembuluh Darah: Saluran Penyuplai Kehidupan

Terkini
Unboxing Jantung: Struktur Mesin Pemompa Darah

Unboxing Jantung: Struktur Mesin Pemompa Darah

Terkini
Kateterisasi Jantung: Prosedur Diagnostik Sekaligus Terapi

Kateterisasi Jantung: Prosedur Diagnostik Sekaligus Terapi

Terkini
Faktor Risiko Jantung Koroner: Seberapa Besar Peluang Anda?

Faktor Risiko Jantung Koroner: Seberapa Besar Peluang Anda?

Terkini
Tahap Awal Serangan Jantung: Aterosklerosis

Tahap Awal Serangan Jantung: Aterosklerosis

Terkini