Hari Diabetes Nasional 2022 : Kebiasaan Unik Masyarakat Indonesia Pemicu Diabetes Melitus

18/04/2022 12:00:00 WIB
Hari Diabetes Nasional 2022 : Kebiasaan Unik Masyarakat Indonesia Pemicu Diabetes Melitus Sumber gambarcmihospital.com - Kebiasaan unik pemicu diabetes

BANDUNG, CMIHOSPITAL.COM –  Siapa sih yang tidak mengenal penyakit diabetes melitus? Penyakit yang juga dikenal masyarakat Indonesia sebagai penyakit gula atau kencing manis ini bukanlah penyakit menular. Meskipun begitu angka kasus kematiannya terus meningkat setiap tahun akibat komplikasi penyakit lain yang disebabkannya, seperti penyakit gagal jantung dan gagal ginjal. Oleh karena itu penyakit diabetes melitus juga dikenal sebagai “Ibu dari segala macam penyakit”.

Peringatan Hari Diabetes Nasional 2022

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia membuat peringatan Hari Diabetes Nasional setiap tanggal 18 April sebagai bentuk upaya meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia akan bahayanya penyakit diabetes, termasuk fakta bahwa Negara Indonesia setiap tahunnya masih menempati peringkat tertinggi kasus diabetes di dunia. Menurut data dari International Diabetes Federation (IDF), di tahun 2021 Indonesia menempati peringkat kelima kasus diabetes di dunia dengan jumlah penderita sebanyak 19,47 juta jiwa dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia, 179,72 juta jiwa. Dari data tersebut maka persentase penduduk Indonesia yang mengalami penyakit diabetes adalah sekitar 10,6%. Bahkan IDF juga memprediksi jumlah kasus diabetes di Indonesia pada tahun 2045 akan mencapai 28,57 juta kasus.

Hari Diabetes Nasional 2022 : Kebiasaan Unik Masyarakat Indonesia Pemicu Diabetes Melitus Sumber gambarfreepik.com - infografis diabetes

Kebiasaan Unik Masyarakat Indonesia Pemicu Diabetes Melitus

Diabetes melitus termasuk penyakit kronis menahun yang terjadi akibat kelainan organ pankreas dalam memproduksi hormon penting, yaitu hormon insulin, atau akibat kelainan pada reseptor insulin yang biasa ada di organ hati, jaringan lemak, dan jaringan otot. Hormon insulin berfungsi untuk mengatur kadar gula (glukosa) dalam darah untuk diproses menjadi energi. Kurang atau tidak adanya hormon insulin dalam tubuh dapat menyebabkan tingginya kadar gula dalam darah karena gula tidak diubah menjadi energi, begitu pula kaitannya jika seseorang memiliki reseptor insulin yang kurang sensitif. Tingginya kadar gula dalam darah pada masyarakat Indonesia dapat dipicu oleh kebiasaan “Tidak Kenyang Jika Belum Makan Nasi”, bahkan lucunya banyak masyarakat Indonesia yang biasa menambahkan nasi pada hidangan mie dan pizza.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan mengonsumsi nasi putih, karena nasi putih memang merupakan makanan pokok mengandung karbohidrat yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia sehari-hari. Akan tetapi, kebiasaan “Tidak Kenyang Jika Belum Makan Nasi” itulah pemicu penyakit diabetes dalam jangka panjang terjadi. Hal ini dikarenakan nasi putih memiliki indeks glikemik1 tinggi dan zat pati2 yang dapat membebani tubuh dengan gula darah jika tidak dibatasi. Sebenarnya, bukan berarti kita tidak boleh mengonsumsi nasi, hanya saja setiap orang membutuhkan perhitungan tepat atas jumlah karbohidrat yang perlu dikonsumsinya setiap hari.

Dalam rangka memperingati Hari Diabetes Nasional 2022, Klinik Utama dan Laboratorium CMI mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk merefleksikan kembali pola hidup yang selama ini dijalaninya, supaya penyakit diabetes dapat dihindari atau ditangani hingga tidak menimbulkan komplikasi yang berujung pada kematian. Jika pasien ingin menyembuhkan penyakit diabetes dan komplikasinya dengan mengurangi atau melepas ketergantungannya terhadap obat-obatan diabetes dan/atau terapi insulin seumur hidup, Klinik Utama CMI dapat menjadi pilihan terbaik pasien dalam mengembalikan fungsi organ pankreas dan meningkatkan reseptor insulin dalam tubuh. Salam sehat!

 

1.    Indeks glikemik : indikator cepat atau lambatnya unsur karbohidrat pada bahan pangan dalam meningkatkan kadar gula darah
2.    Zat pati : zat karbohidrat yang ditemukan secara alami pada banyak biji-bijian dan sayuran



Klinik Utama CMI memiliki keunggulan pada perawatan penyakit Kanker, Jantung, Ginjal, dan Diabetes. Kami mengadopsi metode pengobatan komplementer kedokteran klasik berbasis terapi formula Ibnu Sina yang terintegrasi dengan metode konvensional kedokteran modern, sehingga tingkat kenyamanan pasien lebih tinggi, minim efek samping dan tanpa tindakan invasif.



Baca berikutnya :
Gagal Ginjal Stadium 5: Bukan Halangan untuk Tetap Semangat Menjalani Hidup (Lanjutan)

Kanal Youtube :




Terkini Lainnya

Gagal Ginjal Stadium 5: Bukan Halangan untuk Tetap Semangat Menjalani Hidup (Lanjutan)

Gagal Ginjal Stadium 5: Bukan Halangan untuk Tetap Semangat Menjalani Hidup (Lanjutan)

Artikel Ginjal
|
Gagal Ginjal dan "2 Tahun Cuci Darah"

Gagal Ginjal dan "2 Tahun Cuci Darah"

Kisah Nyata Pasien Ginjal
|
Pasang Ring Sudah Tidak Bisa Dilakukan

Pasang Ring Sudah Tidak Bisa Dilakukan

Artikel Jantung
|
Waspada Edema dapat Menandakan Penyakit Serius

Waspada Edema dapat Menandakan Penyakit Serius

Umum
|
Kanker Rhabdomyosarcoma Menyerang Anakku

Kanker Rhabdomyosarcoma Menyerang Anakku

Artikel Kanker
|

Konsultasi Gratis