Dilihat : 144 x

Didiagnosis Glomerulonefritis Akibat Pola Makan Tidak Sehat

Penulis :

Didiagnosis Glomerulonefritis Akibat Pola Makan Tidak Sehat

BANDUNG, CMIHOSPITAL.COM - Tahun 2018 menjadi tahun yang tidak akan terlupakan untuk Regintha, waktu itu dirinya masih berstatus sebagai mahasiswa tingkat dua dan di tengah kesibukannya itu Ia didiagnosis mengalami penyakit ginjal, Glomerulonefritis akut. Sebelumnya Regintha mengalami beberapa gejala, seperti pembengkakan di beberapa bagian tubuh (terutama pada tangan dan kaki), kebas, intensitas buang air kecil berkurang (satu-dua kali sehari), dan urine berwarna kecoklatan. Saat pertama kali merasakan gejala ini, Regintha tidak langsung memeriksakan diri ke dokter, namun setelah seminggu tidak ada perubahan Ia pun memeriksakan kondisinya ke rumah sakit dan didiagnosis mengalami peradangan pada glomerulus ginjalnya.

Didiagnosis Glomerulonefritis Akibat Pola Makan Tidak Sehat

Dokter meresepkan beberapa macam obat dan mengizinkan Regintha untuk cukup beristirahat di rumah saja, namun jika terjadi sesak napas, Ia harus kembali ke rumah sakit dan menjalani rawat inap. Regintha merasa badannya mulai membaik seusai melakukan pemeriksaan ke dokter, namun di malam harinya tiba-tiba saja Regintha mengalami sesak napas dan langsung dilarikan ke IGD oleh kedua orang tuanya. Dengan kondisinya itu, Regintha harus menjalani rawat inap selama 5 (lima) hari, diberi obat-obatan, disuntik antibiotik, dan diharuskan minum air putih sesuai kebutuhan tubuhnya sebanyak 3 liter per hari, tidak boleh lebih atau kurang, sesuai dengan arahan dari dokter yang menanganinya.

Share on: