Faktor Resiko Batu Ginjal Dan Pencegahannya --- Faktor Resiko Kanker Ovarium Menjadi Momok Menakutkan Bagi Perempuan --- Kanker Paru Penyebab Kematian Utama Dalam Kelompok Kanker --- Kanker Darah Gangguan Pada Sistem Hematopoetik Total Terkait Dengan Sumsum Tulang Belakang Dan Pembuluh Limfe --- 80% Penderita Kanker Paru Adalah Mereka Yang Merokok ---

Detail Artikel

Beranda - Artikel - Detail Artikel

← Kembali

Kanker Darah Gangguan Pada Sistem Hematopoetik Total Terkait Dengan Sumsum Tulang Belakang Dan Pembuluh Limfe


kanker darah gangguan pada sistem hematopoetik  total terkait dengan sumsum tulang belakang dan pembuluh limfe

 

Seperti kita ketahui, Leukimia atau kanker darah adalah kelainan atau keganasan yang terjadi pada sistem peredaran darah. Kanker ini berbeda dengan jenis kanker lainnya karena tidak menyebabkan tumor. Leukimia terjadi karena adanya pertumbuhan sel darah yang tidak terkontrol dan berkembang biak dalam sistem peredaran darah.

Pertumbuhannya sangat cepat dan tidak terkendali, serta bentuk sel darah putihnya tidak normal. Pada kondisi normal, sel – sel akan tumbuh dan mati sesuai dengan mekanisme yang diatur oleh tubuh sehingga sel tua akan mati dan digantikan oleh sel muda. Leukimia terjadi saat proses pematangan dari sistem sel menjadi sel darah putih mengalami gangguan dan menghasilkan perubahan ke arah keganasan. Perubahan tersebut seringkali melibatkan penyusunan kembali bagian dari kromosom.


Leukimia adalah jenis gangguan pada sistem hematopoetik yang total dan terkait dengan sumsum tulang belakang dan pembuluh limfe dan ditandai dengan tidak terkendalinya proliferasi dari leukimia dan prosedurnya. Sejumlah sel pertama menggumpal pada tempat asalnya (granulosit dalam sumsum tulang, limfosit dalam limfe node) dan menyebar ke organ hematopoetik dan berlanjut ke organ yang lebih besar.

Proliferasi dari satu jenis sel biasanya akan mengganggu produksi normal sel hematopoetik lainnya dan mengarah pada pembelahan sel yang cepat.

Suriadi (2001) mengatakan, normalnya sumsum tulang akan digantikan dengan tumor yang ganas,dan adanya imaturitas dari sel blas. Adanya proliferasi dari sel blast menyebabkan produksi eritrosit dan trombosit terganggu sehingga akan mengakibatkan anemia dan trombositopenia, terganggunya sistem retikuendotelial yang menyebabkan gangguan sistem pertahanan tubuh sehingga tubuh akan mudah mengalami infeksi.

Gangguaan yang terjadi pada sistem metabolisme, tidak adekuatnya asupan nutrisi, penurunan kinerja sumsum tulang, akan berdampak pada penurunan leukosit, eritrosit dan faktor pembekuan darah serta mengakibatkan peningkatan tekanan jaringan dan adanya infiltasi pada ekstra medular yang akan menyebabkan terjadinya pembesaran hati, limfe, nodus limfe dan nyeri pada daerah persendian.


Leukimia bisa diklasifikasikan menjadi 4 jenis, yaitu :


Leukimia Meilogenus Akut (LMA)
LMA mengenai sel sistem hematopoetik yang kelak berdiferensiasi ke semua sel myeloid, monosit, granulosit, ertitrosit, dan trombosit. Jenis sel kanker ini dapat menyerang semua usia, dan insidensi nya semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. LMA ini merupakan jenis Leukimia nonlimpositik yang paling sering terjadi.


Leukimia Mielogenus Kronik (LMC)
Leukimia Mielogenus Kronik juga termasuk ke dalam sistem keganasan sel myeloid. namun, sel normal ditemukan lebih banyak dibandingkan dengan sel dalam bentuk akut sehingga leukimia jenis ini dapat disebut lebih ringan. LMC jarang menyerang individu dibawah 30 tahun. Tanda dan gejalanya mirip dengan LMA, namun dengan gejala lebih ringan. Kebanyakan penderita tidak menunjukkan gejala apapun selama bertahun – tahun hingga terjadi peningkatan leukosit dalam jumlah yang luar biasa dan terjadi pembesaran Limpa.


Leukimia Limfositik Akut (LLA)
Leukimia Limfositik Akut dianggap sebagai proliferasi ganas limfoblast. Jenis ini sering terjadi pada anak – anak. Kejadian LLA lebih banyak ditemukan pada anak laki – laki dibandingkan dengan anak perempuan pada usia 4 – 15 tahun. Leukimia Limfositik Akut ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan dan memburuk.


Leukimia Limfositik Kronik (LLC)
Leukimia Limfositik Kronik adalah kelainan ringan yang biasa menyerang penderita yang berusia 50 sampai 70 tahun. biasanya hadir tanpa menunjukkan gejala dan baru terdiagnosa saat pemeriksaan fisik atau penanganan pada penyakit lain.

 

 

Sumber Gambar : https://www.deherba.com/pengobatan-kanker-darah.html


Bagikan Artikel ini :


Dukung Youtube Channel Kami :



← Kembali