Faktor Resiko Batu Ginjal Dan Pencegahannya --- Faktor Resiko Kanker Ovarium Menjadi Momok Menakutkan Bagi Perempuan --- Kanker Paru Penyebab Kematian Utama Dalam Kelompok Kanker --- Kanker Darah Gangguan Pada Sistem Hematopoetik Total Terkait Dengan Sumsum Tulang Belakang Dan Pembuluh Limfe --- 80% Penderita Kanker Paru Adalah Mereka Yang Merokok ---

Detail Artikel

Beranda - Artikel - Detail Artikel

← Kembali

Faktor Resiko Kanker Ovarium Menjadi Momok Menakutkan Bagi Perempuan


faktor resiko kanker ovarium menjadi momok menakutkan bagi perempuan

 

Pada setiap penyakit yang muncul atau yang diidap oleh seseorang, tentu terdapat faktor resiko yang menjadi pemicu atau penyebabnya. Begitupula dengan kanker. Ada faktor – faktor resiko yang berkaitan erat dengan munculnya penyakit kanker. Faktor resiko pada setiap kanker tentu berbeda – beda. Berikut adalah beberapa faktor resiko pada kanker ovarium.


Faktor genetik
Riwayat keluarga merupakan faktor penting dalam memastikan apakah seorang wanita memiliki resiko terkena kanker ovarium. Menurut American Cancer Society (ACS), sekitar 10% penderita kanker ovarium ternyata memiliki anggota keluarga dengan penyakit yang sama. Riwayat penyakit yang sama dalam anggota keluarga dapat meningkatkan resiko terkena kanker ovarium sebesar 50 – 70%.


Usia
Kebanyakan kanker ovarium ditemukan pada wanita di atas 40 tahun. Angka kejadian kanker ovarium akan meningkat seiring bertambahnya usia. Mayoritas kanker ovarium ditemukan pada wanita yang sudah melewati masa menopause nya.


Paritas
Paritas adalah banyaknya kelahiran hidup yang dimiliki oleh seorang wanita. Penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan paritas yang tinggi memiliki resiko kanker ovarium yang lebih rendah dibanding dengan wanita yang belum pernah melahirkan sama sekali.


Faktor hormonal
Pemakaian hormon eksogen dapat meningkatkan resiko kanker ovarium. Secara spesifik, kejadian kanker ovarium akan meningkat pada penggunaan hormon estrogen tanpa disertai dengan hormon progesteron. Karena peran hormon progesteron adalah menginduksi apoptosis sel epitel ovarium. Hormon lain yang juga mempengaruhi terjadinya kanker ovarium adalah hormon gonadotropin yang berfungsi pada pertumbuhan. Dalam sebuah penelitian, menyebutkan bahwa peningkatan kadar hormon gonadotropin berhubungan dengan semakin besarnya tumor ovarium. Selain itu, Rich (1998) mengatakan bahwa hormon androgen mempunyai peran dalam terbentuknya kanker ovarium. Karena epitel ovarium mengandung reseptor androgen yang dapat menstimulasi pertumbuhan epitel oarium normal serta sel – sel kanker ovarium epitel. Selain itu penggunaan obat – obatan untuk meningkatkan kesuburan pun meningkatkan resiko terkena kanker ovarium. Hal ini dikarenakan obat penyubur kandungan biasanya menggunakan hormon gonadotropin dan dapat menyebabkan ovulasi berulang, dimana ovulasi berulang akan meningkatkan resiko terkena kanker ovarium.


Faktor Reproduksi
Riwayat reproduksi serta durasi dna jarak reproduksi juga berperan besar dalam kanker ovarium ini. Infertilitas, menarche dini yang terjadi pada usia sebelum 12 tahun, melahirkan pada usia 30 tahun dan menopause yang terlambat juga dapat meningkatkan resiko terkena kanker ovarium. Semakin banyak jumlah siklus menstruasi seorang wnaita, maka semakin tinggi pula resiko wanita tersebut terkena kanker ovarium.


Pil kontrasepsi
Penelitian yang dilakukan dari Center for Disease Control mengatakan terjadi penurunan resiko terjangkit kanker ovarium pawa wanita usia 20 – 54 tahun yang memakai pil kontrasepsi. Penelitian lain mengatakan bahwa penggunaan pil kontrasepsi selama satu tahun dapat menurunkan resiko kanker ovarium. Semakin lama seorang wanita mengkonsumsi pil kontrasepsi, semakin rendah pula resiko terkena kanker ini.


Terapi Hormon Pengganti pada Masa Menopause
Pemakaian hormon eksogen atau hormon pengganti pada masa menopause seperti penggunaan estrogen selama 10 tahun akan meningkatkan resiko terkena kanker Ovarium. Sedangkan pada terapi yang mengikutsertakan penggunaan hormon progesteron atau progistin justru mengurangi resiko terkena kanker ovarium.


Kerusakan sel epitel ovarium
Fathalla (1972) mengatakan bahwa saat ovulasi terjadi, sel – sel epitel ovarium mengalami kerusakan. Untuk menyembuhkan kembali luka dengan sempurna tentu diperlukan waktu. Jika sebelum luka ini sembuh sudah terjadi lagi ovulasi, tentu akan menimbulkan luka baru lagi dan proses penyembuhan akan terganggu dan tidak teratur. Pola tersebut dapat menimbulkan proses transformasi menjadi sel – sel tumor yang kemudia menjadi kanker ovarium.



 

Sumber gambar :

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3622620/apa-bedanya-kanker-serviks-dan-kanker-ovarium


Bagikan Artikel ini :


Dukung Youtube Channel Kami :



← Kembali