Sepelekan Pola Hidup, Ginjal Pun Terancam

25/06/2021 20:39:03 WIB
Sepelekan Pola Hidup, Ginjal Pun Terancam Sumber gambarArnie Novianti(21) penderita batu ginjal(CMIhospital.com)

BANDUNG, CMIHOSPITAL.COM – Mengira hanya penyakit maag biasa, Arnie Novianti (21 tahun) didiagnosis mengidap penyakit batu ginjal di usianya yang terbilang masih muda, yakni ketika ia berusia 18 tahun di bulan Agustus tahun 2019 lalu. Ia mengira penyakit maagnya kambuh setelah banyak mengonsumsi minuman manis, minuman yang mengandung vitamin C, dan jarang minum air putih. Mual dan rasa sakit di pinggang sebelah kanan bawah menjadi gejala awal yang dirasakan Arnie terlebih rasa sakit tersebut sempat membuat Ia tidak dapat berjalan. Arnie akhirnya dilarikan ke rumah sakit dan sempat menduga bahwa terdapat masalah di usus buntunya. Memastikan dugaan tersebut, Arnie melakukan USG dan rangkaian pemeriksaan yang lengkap, hingga akhirnya diketahui bahwa rasa sakit tersebut akibat dari adanya batu di ginjalnya.

Sepelekan Pola Hidup, Ginjal Pun Terancam Sumber gambarIlustrasi batu ginjal(CMIhospital.com)

Menurut dokter urologi yang menanganinya, batu yang terdapat di ginjal Arnie berukuran 0.3 mm. Ukuran batu relatif kecil, namun sudah membuat Arnie mengerang kesakitan saat acap kali berjalan. Dokter urologi pun menyarankan untuk dilakukan tindakan medis dengan segera agar rasa sakitnya dapat teratasi. Ibarat nasi sudah menjadi bubur, Arnie merasakan kekecewaan yang mendalam karena di umurnya yang terbilang masih muda, Ia harus menderita penyakit batu ginjal. Ia berjanji akan lebih menjaga ginjalnya agar kejadian tersebut tidak terulang. Di akhir keterangannya, Arnie berpesan untuk kita semua bahwa apapun yang kita konsumsi sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh kita, karena penyakit sesungguhnya tidak mengenal usia. Perbanyak mengkonsumsi air kelapa dan perbaiki pola hidup untuk kesehatan kita terutama kesehatan ginjal , salam sehat !

Urologi: Ilmu kedokteran mengenai saluran kemih dan organ terkait

 



Klinik Utama CMI memiliki keunggulan pada perawatan penyakit Kanker, Jantung, Ginjal, dan Diabetes. Kami mengadopsi metode pengobatan komplementer kedokteran klasik berbasis terapi formula Ibnu Sina yang terintegrasi dengan metode konvensional kedokteran modern, sehingga tingkat kenyamanan pasien lebih tinggi, minim efek samping dan tanpa tindakan invasif.



Baca berikutnya :
Gagal Ginjal Stadium 5: Bukan Halangan untuk Tetap Semangat Menjalani Hidup

Kanal Youtube :




Terkini Lainnya

Gagal Ginjal Stadium 5: Bukan Halangan untuk Tetap Semangat Menjalani Hidup

Gagal Ginjal Stadium 5: Bukan Halangan untuk Tetap Semangat Menjalani Hidup

Kisah Nyata Pasien Ginjal
|
Diagnosis Anemia Aplastik Berujung Leukemia

Diagnosis Anemia Aplastik Berujung Leukemia

Kisah Nyata Pasien Kanker
|
Leukemia Merenggut Masa Kecilku (Lanjutan)

Leukemia Merenggut Masa Kecilku (Lanjutan)

Kisah Nyata Pasien Kanker
|
Gejala Gagal Ginjal Kronis yang Terabaikan Meisa

Gejala Gagal Ginjal Kronis yang Terabaikan Meisa

Kisah Nyata Pasien Ginjal
|
Waspada Efek Samping Kemoterapi

Waspada Efek Samping Kemoterapi

Tentang Kanker
|

Konsultasi Gratis