Pengaruh Fruktosa dalam Buah-buahan bagi Pasien Diabetes

29/12/2021 12:00:00 WIB
Pengaruh Fruktosa dalam Buah-buahan bagi Pasien Diabetes Sumber gambarCMIhospital.com - Ilustrasi Buah-buahan yang Mengandung Fruktosa

BANDUNG, CMIHOSPITAL.COM - Fruktosa merupakan gula sederhana yang memberikan rasa manis pada buah-buahan, sayuran, dan madu. Contoh buah-buahan yang mengandung fruktosa diantaranya adalah buah alpukat, rasberi, jambu, pepaya, jeruk bali, melon jingga, dan stroberi. Kandungan fruktosa dalam buah-buahan sangatlah bervariasi, berkisar 5-10% dari bobotnya. Berdasarkan dari suatu hasil penelitian, mengonsumsi fruktosa dari bahan alami tidak akan berbahaya bagi kesehatan, bahkan sampai sekarang pun tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa mengonsumsi buah berlebihan akan berdampak buruk bagi kesehatan atau meningkatkan berat badan.

Konsumsi fruktosa dalam jumlah wajar memiliki efek positif dan dapat menjadi alternatif terapi diabetes bagi penderita diabetes tipe II, karena fruktosa memiliki indeks glikemik yang rendah dan tidak menyebabkan kenaikan gula darah. Lain halnya dengan glukosa1, fruktosa ketika masuk ke dalam tubuh tidak akan langsung diserap oleh tubuh, melainkan disimpan dulu di dalam hati atau liver untuk diubah menjadi glukosa untuk dikonversikan menjadi energi. Akan tetapi, menurut hasil penelitian lainnya mengonsumsi fruktosa lebih dari 25% kebutuhan energi per hari (sekitar 85 gram fruktosa) dapat menyebabkan hipertrigliseridemia2 dan resistensi insulin3 pada diabetes tipe II, sehingga makanan kaya akan fruktosa seperti High Fructose Corn Syrup (HFCS) tidak boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes. Berbagai penelitian terus dilakukan dan seiring berjalannya waktu diketahui bahwa konsumsi makanan dan minuman yang mengandung HFCS dapat mengakibatkan berbagai penyakit seperti dislipidemia, obesitas sentral, hipertensi, hiperuricemia, dan diabetes melitus tipe II.

Pengaruh Fruktosa dalam Buah-buahan bagi Pasien Diabetes Sumber gambarCMIhospital.com - Ilustrasi Pemeriksaan Kadar Gula Darah

Apakah berbahaya mengonsumsi buah-buahan?

Konsumsi fruktosa dari buah-buahan tidak akan menyebabkan kelainan metabolik, hal ini disebabkan oleh kandungan fruktosa di dalam buah-buahan yang sedikit, yaitu antara 1,87 sampai 8,13 gram per 100 gram buah dan biasanya manusia hanya mengonsumsi buah-buahan sekitar 150 gram per hari. Sebagian besar buah memiliki nilai indeks glikemik (IG) rendah hingga sedang yang berarti tidak akan membuat gula darah melonjak. Nutrisi lainnya yang terkandung dalam buah-buahan seperti serat juga dapat menghambat penyerapan fruktosa. Selain itu, fruktosa juga mengandung antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari efek samping metabolisme fruktosa sehingga konsumsi buah-buahan secara teratur dapat menjadi solusi terhadap pencegahan berbagai resiko penyakit seperti diabetes, jantung, kanker, dan penyakit kronik lainnya.



Klinik Utama CMI memiliki keunggulan pada perawatan penyakit Kanker, Jantung, Ginjal, dan Diabetes. Kami mengadopsi metode pengobatan komplementer kedokteran klasik berbasis terapi formula Ibnu Sina yang terintegrasi dengan metode konvensional kedokteran modern, sehingga tingkat kenyamanan pasien lebih tinggi, minim efek samping dan tanpa tindakan invasif.



Baca berikutnya :
Solusi Pengobatan Jantung Tanpa Operasi dengan Formula Ibnu Sina

Kanal Youtube :




Terkini Lainnya

Solusi Pengobatan Jantung Tanpa Operasi dengan Formula Ibnu Sina

Solusi Pengobatan Jantung Tanpa Operasi dengan Formula Ibnu Sina

Kisah Nyata Pasien Jantung
|
Solusi Kanker Payudara di Klinik Utama CMI dengan Metode Formula Ibnu Sina

Solusi Kanker Payudara di Klinik Utama CMI dengan Metode Formula Ibnu Sina

Kisah Nyata Pasien Kanker
|
Batu Ginjal : Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Batu Ginjal : Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Tentang Ginjal
|
Gejala dan Penyebab Sindrom Nefrotik

Gejala dan Penyebab Sindrom Nefrotik

Tentang Ginjal
|
Perikarditis, Peradangan pada Lapisan Pembungkus Jantung

Perikarditis, Peradangan pada Lapisan Pembungkus Jantung

Artikel Jantung
|

Konsultasi Gratis