Inilah Alasan Penderita Penyakit Jantung Koroner Harus Melakukan Aktivitas Fisik

31/05/2022 12:00:00 WIB
Inilah Alasan Penderita Penyakit Jantung Koroner Harus Melakukan Aktivitas Fisik Sumber gambarwww.freepik.com - Ilustrasi orang melakukan senam aerobik

BANDUNG, CMIHOSPITAL.COM – Penderita Penyakit Jantung Koroner (PJK) rentan mengalami risiko serangan jantung akibat otot-otot jantung menjadi kekurangan asupan darah hingga mengalami kematian mendadak. Namun bukan berarti penderita PJK tidak bisa melakukan aktivitas fisik sama sekali, karena pada dasarnya aktivitas fisik memberikan dampak positif pada kesehatan jasmani, bahkan menurut Ralph Paffenbarge, seorang epidemiologis dari Universitas Stanford, menyebutkan bahwa orang yang membuang 2000 kalori per minggu untuk berolahraga, akan menambah 2,5 tahun harapan hidupnya. Sebaliknya, kurangnya aktivitas fisik teratur selama 30 menit akan mengakibatkan kelebihan kalori dalam tubuh yang memperparah penimbunan plak penyebab penyakit jantung koroner.

Inilah Alasan Penderita Penyakit Jantung Koroner Harus Melakukan Aktivitas Fisik Sumber gambarwww.freepik.com - Ilustrasi lanjut usia melakukan hiking

Aktivitas Fisik Dapat Memperingan Penderita Penyakit Jantung Koroner

Penderita penyakit jantung terkhususnya PJK penting untuk tetap berolahraga demi mencegah bertambahnya plak kolesterol dalam pembuluh darah, seperti olahraga aerobik dengan berjalan kaki, senam, dan sebagainya. Hal itu karena olahraga erat kaitannya dengan kesehatan pembuluh darah, terkhususnya pada pembuluh arteri koroner. Ketika sedang berolahraga, dorongan aliran darah meningkat sehingga dapat menghasilkan Nitrit Oksida (NO) pada jaringan pembuluh darah. Apa itu NO? NO adalah protektor dalam jaringan pembuluh darah yang memberikan relaksasi pada pembuluh darah, sehingga dapat melebarkan pembuluh darah. Tidak hanya itu, ketika NO aktif dan keluar dari sel pembuluh darah, maka NO akan membantu mengurangi kemungkinan terjadinya penggumpalan trombosit dan leukosit yang mempercepat pembentukkan plak pada pembuluh darah jantung.

Walaupun penderita PJK masih bisa berolahraga, namun perlu diingat bahwa penderita PJK harus mengontrol intensitas beban olahraganya demi menghindari detak jantung yang terlalu cepat, karena rentan alami serangan jantung. Jika perlu, penderita PJK berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Penelitian di laboratorium menunjukkan, peningkatan aliran darah 4 mL/menit sudah mampu menghasilkan NO. Oleh karena itu, aktivitas fisik sedang seperti senam atau jalan kaki sudah dapat meningkatkan aliran darah menjadi 350 mL/menit, sudah lebih dari cukup untuk menghindari pembentukan plak kolesterol baru pada pembuluh darah, penyebab penyakit jantung koroner.



Klinik Utama CMI memiliki keunggulan pada perawatan penyakit Kanker, Jantung, Ginjal, dan Diabetes. Kami mengadopsi metode pengobatan komplementer kedokteran klasik berbasis terapi formula Ibnu Sina yang terintegrasi dengan metode konvensional kedokteran modern, sehingga tingkat kenyamanan pasien lebih tinggi, minim efek samping dan tanpa tindakan invasif.



Baca berikutnya :
Leukemia Merenggut Masa Kecilku

Kanal Youtube :




Terkini Lainnya

Leukemia Merenggut Masa Kecilku

Leukemia Merenggut Masa Kecilku

Artikel Kanker
|
Sakitnya Kemoterapi Tidak Menyurutkan Semangat Salman untuk Sembuh

Sakitnya Kemoterapi Tidak Menyurutkan Semangat Salman untuk Sembuh

Artikel Kanker
|
Bincang Kita : Sukses Lawan Kanker Serviks dengan Formula Ibnu Sina (Lanjutan)

Bincang Kita : Sukses Lawan Kanker Serviks dengan Formula Ibnu Sina (Lanjutan)

Artikel Kanker
|
Hari Diabetes Nasional 2022 : Kebiasaan Unik Masyarakat Indonesia Pemicu Diabetes Melitus

Hari Diabetes Nasional 2022 : Kebiasaan Unik Masyarakat Indonesia Pemicu Diabetes Melitus

Tentang Diabetes
|
Tiga Kali Operasi Akibat Penyempitan Ureter

Tiga Kali Operasi Akibat Penyempitan Ureter

Artikel Ginjal
|

Konsultasi Gratis