Indeks Glikemik pada Pola Makan Diabetes

13/12/2021 19:00:00 WIB
Indeks Glikemik pada Pola Makan Diabetes Sumber gambarCMIhospital.com - Ilustrasi indeks glikemik pada pola makan pasien diabetes

BANDUNG, CMIHOSPITAL.COM - Bagi pasien diabetes tentu sudah tidak asing lagi jika mendengar yang namanya indeks glikemik (IG), hal ini sangat bermanfaat bagi pasien diabetes untuk mengatur pola makannya sehari-hari supaya penyakitnya dapat dikontrol dengan baik. Indeks glikemik merupakan suatu ukuran, berupa skala dari angka 0 – 100, yang digunakan untuk mengetahui seberapa cepat karbohidrat dalam suatu makanan dapat diubah menjadi gula oleh tubuh manusia. Semakin tinggi nilai indeks glikemik maka semakin cepat karbohidrat dalam makanan dapat diserap oleh tubuh dan diproses menjadi glukosa, artinya akan semakin cepat pula gula dalam darah akan meningkat. Selain itu, indeks glikemik juga dapat menjadi parameter bagaimana pengaruh makanan terhadap kadar gula darah dan insulin, semakin rendah nilainya menunjukkan semakin sedikit pengaruh makanan tersebut terhadap kadar insulin dan kadar gula dalam darah. Meskipun begitu, tidak semua makanan memiliki indeks glikemik karena makanan tersebut tidak mengandung karbohidrat, seperti daging, sayur brokoli, bayam, timun, dan buah alpukat. Namun berdasarkan ukuran indeks glikemik yang dimiliki suatu makanan, makanan dapat digolongkan ke dalam 3 (tiga) kelompok berbeda, yaitu :
●    Makanan IG rendah: < 55, contohnya: kacang kedelai (IG: 16), Wortel (IG: 34), Apel (IG: 36), dan jeruk (IG: 43)
●    Makanan IG sedang: 56 – 69, contohnya: jagung manis (IG: 52), nanas (IG: 59), madu (IG: 61), dan labu (IG: 64)
●    Makanan IG tinggi: > 70, contohnya: nasi putih (IG: 73), gula pasir (IG: 100), roti tawar putih (IG: 75)

Indeks Glikemik pada Pola Makan Diabetes Sumber gambarCMIhospital.com - Ilustrasi faktor yang mempengaruhi indeks glikemik makanan

Walaupun melalui buku atau pun internet kita dapat mengetahui indeks glikemik pada makanan, ternyata indeks glikemik pada makanan tidak selalu sama dan dapat berubah. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:
●    Cara pengolahan makanan. IG makanan dapat turun saat dalam pengolahannya ditambahkan cuka, lemon, atau bahan makanan yang mengandung serat tinggi dan lemak atau makanan tersebut diolah dengan cara digoreng. Sedangkan IG makanan dengan kandungan pati tinggi dapat menjadi naik bila dimasak terlalu lama.
●    Tingkat kematangan. Pada beberapa jenis buah seperti pisang, IG akan meningkat seiring dengan tingkat kematangannya.
●    Kadar serat pangan. Serat pangan berperan dalam memperlambat laju peningkatan glukosa darah. Oleh karena itu makanan yang berserat dapat menunda rasa lapar lebih lama dan baik untuk mempertahankan berat badan ideal, khususnya pada pasien diabetes.

Dengan adanya IG, pasien diabetes dapat mengatur pola makan dan mengontrol kadar gula darahnya agar tidak melonjak secara signifikan. Namun, sebaiknya IG tidak digunakan sebagai satu-satunya parameter untuk memilih jenis makanan yang akan dikonsumsi, kandungan gizi lain juga tetap harus diperhatikan dalam mengkonsumsi makanan supaya kebutuhan nutrisi tubuh dapat seimbang.



Klinik Utama CMI memiliki keunggulan pada perawatan penyakit Kanker, Jantung, Ginjal, dan Diabetes. Kami mengadopsi metode pengobatan komplementer kedokteran klasik berbasis terapi formula Ibnu Sina yang terintegrasi dengan metode konvensional kedokteran modern, sehingga tingkat kenyamanan pasien lebih tinggi, minim efek samping dan tanpa tindakan invasif.



Baca berikutnya :
Penyakit Gondongan, Pengobatan dan Komplikasi Jika Diabaikan

Kanal Youtube :




Terkini Lainnya

Penyakit Gondongan, Pengobatan dan Komplikasi Jika Diabaikan

Penyakit Gondongan, Pengobatan dan Komplikasi Jika Diabaikan

Umum
|
Jangan Disepelekan, Tumor Payudara dapat Menyerang Wanita Usia Muda

Jangan Disepelekan, Tumor Payudara dapat Menyerang Wanita Usia Muda

Kisah Nyata Pasien Kanker
|
Pasang Ring Sudah Tidak Bisa Dilakukan

Pasang Ring Sudah Tidak Bisa Dilakukan

Kisah Nyata Pasien Jantung
|
Bahaya Penyakit Kanker dan Alternatif Penyembuhannya

Bahaya Penyakit Kanker dan Alternatif Penyembuhannya

Video Kanker
|
Bincang Kita : Ginjal Kronis, Adakah Solusinya?

Bincang Kita : Ginjal Kronis, Adakah Solusinya?

Video Ginjal
|

Konsultasi Gratis