Bincang Kita : Kanker Payudara, Antara Persepsi dan Solusi

27/10/2021 17:00:00 WIB
Bincang Kita : Kanker Payudara, Antara Persepsi dan Solusi Sumber gambarCMIhospital.com
Penulis Rizka Medina

BANDUNG, CMIHOSPITAL.COM - Kali ini program acara Bincang Kita Kompas TV (11/10) menghadirkan 2 (dua) narasumber, yaitu Ibu Ella Nur Silalahi, pasien Klinik Utama CMI yang sembuh dari kanker payudara, dan dr. Siska Yunita, praktisi kesehatan di Klinik Utama CMI. Di dalam acara tersebut, Ibu Ella menceritakan kisahnya sejak awal mengalami gejala hingga dinyatakan sembuh dari kanker payudara stadium 2B. Kisahnya ini dimulai dari Ibu Ella yang melahirkan anak keempatnya pada tahun 2007, selama menyusui Ibu Ella hanya dapat memberikan ASI dari payudara kirinya karena Ibu Ella memiliki puting payudara kanan yang tidak sempurna. Namun baru saja satu tahun menyusui, Ibu Ella dengan terpaksa harus menghentikan pemberian ASI untuk anaknya lantaran suami Ibu Ella meninggal dunia sehingga Ia harus berjuang menjadi seorang single parent sambil melanjutkan studi dan bekerja.

Bincang Kita : Kanker Payudara, Antara Persepsi dan Solusi Sumber gambarCMIhospital.com

Entah sejak kapan payudara kanan Ibu Ella mulai terasa nyeri yang lama-kelamaan semakin menjadi-jadi, oleh karena itu Ibu Ella melakukan pemeriksaan ke dokter dan langsung diarahkan melakukan tindakan operasi pengangkatan payudara kanan karena ditemukan adanya sel kanker. Namun ternyata dari hasil pemeriksaan lanjutan, ditemukan pula sel tumor pada payudara kiri Ibu Ella, dengan begitu dokter akhirnya mengarahkan Ibu Ella untuk melakukan operasi pengangkatan kedua payudaranya. Dengan penuh rasa sedih dan takut, Ibu Ella mengikuti arahan dokter untuk menjalani kedua tindakan operasi tersebut, namun hingga 2 (dua) tahun pasca operasi, Ibu Ella merasa payudaranya justru menjadi lebih sakit dari sebelumnya, bahkan pada payudara kirinya menjadi muncul benjolan yang akhirnya pecah, menimbulkan luka, dan mengeluarkan cairan yang berbau, akibatnya Ibu Ella kembali memeriksakan diri ke dokter dan diharuskan menjalani operasi lagi untuk yang ketiga kalinya. Berdasarkan penuturan dr. Siska, tidak menyusui pada seorang Ibu memang menjadi faktor resiko munculnya kanker pada payudara dan tindakan operasi kanker payudara memiliki resiko berupa akar sel kanker yang tidak terangkat sempurna sehingga dapat menimbulkan benjolan kembali atau benjolan baru yang dapat menyebar ke jaringan tubuh lainnya, sehingga tidak jarang pasien yang sudah menjalani operasi kanker kembali menemukan adanya benjolan pada bagian tubuhnya.



Klinik Utama CMI memiliki keunggulan pada perawatan penyakit Kanker, Jantung, Ginjal, dan Diabetes. Kami mengadopsi metode pengobatan komplementer kedokteran klasik berbasis terapi formula Ibnu Sina yang terintegrasi dengan metode konvensional kedokteran modern, sehingga tingkat kenyamanan pasien lebih tinggi, minim efek samping dan tanpa tindakan invasif.



Baca berikutnya :
Hidup dengan Satu Ginjal dan Gagal Ginjal Kronis (Lanjutan)

Kanal Youtube :




Terkini Lainnya

Hidup dengan Satu Ginjal dan Gagal Ginjal Kronis (Lanjutan)

Hidup dengan Satu Ginjal dan Gagal Ginjal Kronis (Lanjutan)

Kisah Nyata Pasien Ginjal
|
Bincang Kita : Kanker Payudara, Antara Persepsi dan Solusi

Bincang Kita : Kanker Payudara, Antara Persepsi dan Solusi

Video Kanker
|
Kanker Payudara Tak Ditangani, Ibu Euis Menyesal Ratapi Masa Lalu

Kanker Payudara Tak Ditangani, Ibu Euis Menyesal Ratapi Masa Lalu

Kisah Nyata Pasien Kanker
|
Bayi Baru Lahir Bisa Mengalami Penyakit Jantung?

Bayi Baru Lahir Bisa Mengalami Penyakit Jantung?

Artikel Jantung
|
Retinoblastoma Merenggut Mata Putriku

Retinoblastoma Merenggut Mata Putriku

Kisah Nyata Pasien Kanker
|

Konsultasi Gratis